Cartenz Adventure Indonesia

Menjalin Persahabatan dalam Nikmatnya Kopi di Ranu Kumbolo

Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut `Ranu Kumbolo`

By Dewa 19


Berawal dari ajakan Budi (teman dari Surabaya) tuk camping di Ranu Kumbolo sambil hunting foto satwa, kamipun memutuskan tuk kesana tgl 14-16 Mei 2011. Ranu Kumbolo (2.390 m dpl) merupakan lembah dan terdapat danau/ranu yang luasnya 12 ha. Daerah ini tempat peristirahatan yang memiliki pemandangan dan ekosistem dataran tinggi yang asli dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan suhu rata-rata 3 – 8 derajad celcius di malam hari dan dini hari. Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Pardofelis marmorata), rusa (Cervus timorensis ), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak ), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus ), ajag (Cuon alpinus ); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus ), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo

Jum’at malam jam 8 kami berangkat menuju Tumpang diantarkan oleh Mufid dan Dyan dengan menggunakan sepeda motor. Kami langsung diantarkan ke rumah Pak Man pemilik kendaraan yang akan mengantarkan kami ke Ranu Pane, Base Camp Gunung Semeru. Ternyata di rumah tersebut sudah ada 12 orang pendaki, 4 dari Surabaya, 4 dari Pasuruan dan 4 dari Bandung yang akan mendaki hari itu juga. Wah kebetulan sekali, jadi kami ada barengannya, so ongkos sewa kendaraannya jadi murah..hehehe..

Jam 5 pagi kami berangkat menuju Ranu Pane. Udara dingin menampar-nampar wajah kami seolah-olah tidak mengijinkan kami tuk tidur lagi. Perjalanan yang cukup panjang menyusuri desa-desa dan hutan-hutan taman nasional tengger bromo semeru membuat perjalanan itu tidak membosankan . Akhirnya jam 6.30 pagi kami sudah tiba di base camp. Setelah mengurus administradi di pos penjagaan aku dan budi memisahkan diri dari rombongan tuk sarapan pagi, sementara yang lain mempersiapkan diri tuk langsung mendaki.

Ketika kami berjalan menuju warung makan, tampak dari kejauhan rombongan pendaki yang umurnya sudah tidak muda lagi berjalan menuju pos penjaga. Samar-samar terlihat wajah-wajah yang tidak asing dimataku, ternyata benar mereka adalah teman-teman dari Mapagama jogja. Kamipun saling menyapa dan lebur dalam guyonan.

Jam 08.30 setelah sarapan aku, budi dan 4 orang dari Surabaya berangkat menuju Ranu Kumbolo. Setapak demi setapak jalan yang basah kami lalui dengan semangat dan riang gembira. 1 jam perjalanan sudah kami tempuh, nafas dan kaki ini sudah mulai “suloyo”, akhirnya aku dan budi memutuskan diri tuk beristirahat sejenak, sementara 4 teman dari Surabaya tetap meneruskan perjalanan.

Tepat 1.30 jam perjalanan kami sudah tiba di pos 1, disana kami bertemu dengan pendaki dari kenjeran Surabaya. “dari mana mas” sapa kami. “Dari kenjeran mas” jawab dia dengan santun. “wah ternyata kita sama dari Surabaya (aku sambil memberikan kartu nama,hehehe), kok sendirian mas”, Tanyaku. “nggak kok mas, kami ber-6, 2 org turun keranupane, laennya msih dikumbolo” jawab dia. “ohh..lha kok yang 2 orang turun keranupane mas? Sakit ta?”tanyaku penasaran. “nggak kok mas, mereka turun tuk beli rokok, tar balik lagi kekumbolo, coz kami kehabisan rokok” jawab dia muka memelas. “serius mas?!!, turun keranupane tuk beli rokok?!!!,.wow” aku dan budi saling menatap sambil tertawa terpingkal-pingkal. Kamipun memberikan dia rokok sebelum kami kembali melanjutkan perjalanan ke ranu kumbolo.

Setelah hampir 5 jam perjalanan akhirnya kami sampai juga di ranu kumbolo, ternyata disana sudah berdiri 30-an tenda dari berbagai merk. Kamipun langsung bergabung di “perkampungan” tersebut. Salah satu dari penduduk ranu kumbolo yang kemudian kami kenal dengan nama bidin menawarkan kami secangkir kopi hangat menyambut kedatangan kami. Kamipun larut dalam obrolan kisah-kisah petualangan kami.

Malam itu taburan-taburan bintang gemintang mengiasi langit biru yang cerah diterangi bulan yang hampir purnama, udara dingin yang menusuk tulang membuat kami merapatkan duduk kami. Di dalam lingkaran api unggun dan hangatnya kopi kami bercengkrama menikmati keindahan ranu kumbolo.

Artickel By : Cartenz Malang

Artikel Cartenz

Cartenz Magelang New Store& New Look
07/02/2012 | cartenz
article thumbnail

Buat anda penggiat adventure, cartenz magelang pidah tempat di Jl. Bambang Sugeng, komplek ruko Metr [ ... ]


Artikel Lainya

Login Member

Follow Us On

 

facebookIcon

Twitter_Follow_Icon